percintaan adalah proses perbudakan rasa yang membawa kepada kebebasan tiaptiap manusia. Penyerahan rasa yang dilakukan merupakan aktualisasi jiwa yang ingin saling memberi. Bahasa cinta adalah bahasa universal yang tidak dimengerti hanya dengan sekelumit kisah. Dia akan terus mengalir bersama rasa. Akan tetapi ketika cinta mulai terbahasakan oleh lidah, seiring dengan itu maka dia mulai memakai topeng kebohongan dan kemudian musnahlah dia
Iwan Zainul
bagian yang hilang
pernahkah hatimu berkata
siapa kamu?
kutemukan bingkai sinar
bagian diri siapakah ini yang tercecer?
kesederhanaan menjadi indah
ketika syukurada
kalau lengang jadi buih
hanya angin yang saya harap
tapi bunyiselalu mengantar
akumenjadimu
kalau memandang hanya di mata
merasakan rasa yang saya harap
bila harus kutemukan bingkai sinar ini
Iwan zainul.A.Sy.A
Makassar ,Juni 08
sekantong jari saya lempar
ke langit
mengumpul para bintang
sebagian saya hancurkan
sebagian saya jual
untuk makan
Iwan zainul.A.Sy.A
Pancana, 030508
Tuhan …di atas tanah kami
para gabah berisi beling
padahal ribuan tangkainya
merunduk menunduk
ibu …di langit semesta
para bintang benalu
malampun malu
ayah …ajarkan aku berahi
atasnama tanggungjawab laki-laki
ajarkan aku wanita
Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang
nak …belajarlah
sampai bodoh sendiri
biar kamu Tuhan
Sang MahaArsitek nan Agung
Iwan zainul.A.Sy.A
Makassar, 210308
selamat pagi kopi…!
bunyi alam ini
terdengar jelas
selamat pagi rokok…!
memulai hari
di bawah bentuk-bentuk awan
yang aneh
selamat pagi ambisi…!
bumi terus saja berputar
sedang daun
bergugur berjatuh
selamat pagi berahi…!
Tuhan berikan saja aku mimpi itu…tu
biar tidak jajan di itu…tu
masak saya harus onani…!
nda gaul deh
selamat pagi cinta…!
aku akan menjadi dirimu
maka jadilah diriku
Iwan zainul.A.Sy.A
Makassar, maret 08
ruang satu
ruang dua
sebuah ruang perkenalan awal sebelum persenggamaan jiwa dan persepsi menjadi sebuah sketsa hidup yang menggemaskan
ruang tiga
ajari aku tentang cara meraba langkahmu sambil membingkai jejak sebagai titipan untuk masa depan
ruang empat
kenalkan sosokmu di altar langit hingga biasnya menerangi bumiku
ruang lima
tentang cintaku padamu yang kemarin ku tambatkan di ranting-ranting pepohon.
Today, there have been 1 visitors (2 hits) on this page!
Terkadang kita harus mengakhiri sesuatu di tempat dimana kita memulainya. Karena sepertinya sebuah eksistensi kemanusiaan harus dipertanyakan kembali, apakah betul kita ada dan bergerak ditiap siang dan malam.
Ruang-ruang ini semakin sempit saja, karena sebanyak apapun kita membuat opini tentang ruang, maka secara tidak sadar kita sudah berubah menjadi angkuh dan membatasi ruang yang kita pahami. Lalu apalagi yang mesti dipertahankan, jika pada akhirnya kita sendiri yang menciptakan batas ruang dan waktu itu dan kemudian menjelma menjadi......
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?