percintaan adalah proses perbudakan rasa yang membawa kepada kebebasan tiaptiap manusia. Penyerahan rasa yang dilakukan merupakan aktualisasi jiwa yang ingin saling memberi. Bahasa cinta adalah bahasa universal yang tidak dimengerti hanya dengan sekelumit kisah. Dia akan terus mengalir bersama rasa. Akan tetapi ketika cinta mulai terbahasakan oleh lidah, seiring dengan itu maka dia mulai memakai topeng kebohongan dan kemudian musnahlah dia
Domba-Domba Revolusi (B. Sularto)
DOMBA-DOMBA REVOLUSI
- lakon satu babak -
KARYA : B. SULARTO
PARA PELAKU
Perempuan
Penyair
Petualang
Politikus
Pedagang
Serdadu
1 9 4 8
WAJAH SEBUAH KOTA KECIL YANG BERNAMA KOTATENGAH, SUDAH MATI. TENTARA DAN KESATUAN-KESATUAN LASKAR SUDAH MENARIK DIRI JAUH KE PERBATASAN. KOTA KECIL ITU SUDAH MENJADI KOTA TERBUKA, TINGGAL MENANTI SAAT-SAAT DIAMBIL ALIH TENTARA MUSUH. TAPI DI SEBUAH RUMAH TEMBOK DI SALAH SATU SUDUT JALAN, NAMPAK ADA GERAK HIDUP YANG DRAMATIS. RUMAH ITU MERUPAKAN SATU-SATUNYA LOSMEN YANG ADA DI SITU. DI DALAMNYA MASIH ADA LIMA ORANG. SATU PEREMPUAN, EMPAT LELAKI. KEEMPAT LELAKI, ADALAH TAMU. YANG PEREMPUAN, PEMILIK LOSMEN. BUKAN SEORANG PEREMPUAN YANG TERLALU CANTIK, TETAPI CUKUP MANIS DENGAN POTONGAN TUBUH YANG LARAS. TIDAK BERSUAMI. BERUMUR 25 TAHUN.
LELAKI PERTAMA, SENIMAN. PENYAIR YANG BELUM TERKENAL. LONTANG LANTUNG PENGEMBARA. BERUMUR 24 TAHUN.
LELAKI KEDUA, PETUALANG. RESMINYA, BERPENCAHARIAN SEBAGAI PENGUSAHA OBAT-OBATAN. MENGAKU SEORANG “PROFESOR TABIB”. BERUMUR 30 TAHUN.
LELAKI KETIGA, POLITIKUS. SEORANG JEJAKA TUA. BERUMUR 36 TAHUN.
LELAKI KEEMPAT, PEDAGANG. SEORANG SUAMI DARI TIGA BINI. BERUMUR 42 TAHUN.
DALAM KEADAAN YANG GAWAT TEGANG, HANYA SI PENYAIR YANG BERANI KELUAR UNTUK MEMPEROLEH KABAR BERITA. DAN DI SUATU PAGI, SEKIRA JAM DELAPAN TIGA PULUH MENIT, SI PENYAIR SUDAH TIBA KEMBALI DI LOSMEN SETELAH NGLUYUR MENCARI BERITA KEADAAN LUAR SEJAK PAGI-PAGI. DIA MENGAMBIL TEMPAT DUDUK SEENAKNYA DI RUANG TAMU LOSMEN DEPAN YANG TERTUTUP. KETIKA IA SEDANG ENAK-ENAK MEROKOK, MUNCULLAH SI PEMILIK LOSMEN DARI PINTU RUANG DALAM. IA MEMBAWA SECANGKIR WEDANG. PEREMPUAN ITU MELEMPAR SENYUM YANG DIBALAS SI PENYAIR DENGAN SENYUM SEJUK DAN ANGGUKAN KEPALA, SAMBIL MENERIMA HIDANGANNYA.
Perempuan:Sudah kuduga, bung tentu pulang dengan selamat seperti pagi kemarin-kemarin. Kalau bung sedang keluar, aku selalu cemas-cemas harap. Siapa tahu bung kena cidera. Maklumlah dalam keadaan begini, sering ada peluru yang jatuh salah alamat.
Penyair:Itulah yang membuat aku kagum.
Perempuan:Bahwa bung selamat selama ini?
Halaman Tiga
*** Selesai ***
Bandung,
-Ockysandi-
ruang satu
ruang dua
sebuah ruang perkenalan awal sebelum persenggamaan jiwa dan persepsi menjadi sebuah sketsa hidup yang menggemaskan
ruang tiga
ajari aku tentang cara meraba langkahmu sambil membingkai jejak sebagai titipan untuk masa depan
ruang empat
kenalkan sosokmu di altar langit hingga biasnya menerangi bumiku
ruang lima
tentang cintaku padamu yang kemarin ku tambatkan di ranting-ranting pepohon.
Today, there have been 6 visitors (10 hits) on this page!
Terkadang kita harus mengakhiri sesuatu di tempat dimana kita memulainya. Karena sepertinya sebuah eksistensi kemanusiaan harus dipertanyakan kembali, apakah betul kita ada dan bergerak ditiap siang dan malam.
Ruang-ruang ini semakin sempit saja, karena sebanyak apapun kita membuat opini tentang ruang, maka secara tidak sadar kita sudah berubah menjadi angkuh dan membatasi ruang yang kita pahami. Lalu apalagi yang mesti dipertahankan, jika pada akhirnya kita sendiri yang menciptakan batas ruang dan waktu itu dan kemudian menjelma menjadi......
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?